Sejarah Cappuccino

Posted on

Kami menjual bubuk cappuccino / vanilla / coklat / moka. Harga terjangkau dengan kualitas rasa standar cafe, hotel dan restoran. Pada bulan Juni 2013 kami sudah mendistribusikan bubuk cappucino sebanyak lebih dari 1 ton untuk wilayah Jabodetabek dan Pontianak. Kualitas produk kami standar SNI dengan harga pabrik (Rp 45.000-Rp 55.000) /Kg. Lebih lanjut klik disini

Cappuccino pada saat ini disajikan sebagai minuman lezat yang berkelas.
Darimanakah sebenarnya Cappuccino itu?
Berikut adalah cappucino menurut wikipedia.com :

Cappuccino adalah minuman khas Italia yang dibuat dari espresso dan susu, namun referensi lain juga ada yang menyebutkan bahwa Cappuccino berawal dari biji biji kopi tentara Turki yang tertinggal setelah peperangan yang di pimpin oleh Kara Mustapha Pasha di Wina, Austria melawan tentara gabungan Polandia-Germania. Cappuccino biasanya didefinisikan sebagai 1/3 espresso, 1/3 susu yang dipanaskan dan 1/3 susu yang dikocok hingga berbusa. Definisi yang lain menyebutkan 1/3 espresso dan 2/3 mikrofoam. Cappuccino berbeda dengan latte macchiato, yang kebanyakan terdiri dari susu dan sedikit busa. (“Cappuccino kering” mengandung lebih sedikit susu.)

Di Italia cappuccino diminum hampir selalu hanya pagi-pagi untuk makan pagi. Di beberapa negara lain cappuccino diminum sepanjang hari atau setelah makan malam.

Selain espresso yang baik, unsur terpenting dalam membuat cappuccino adalah tekstur dan temperatur susu. Bila seorang barista yang terlatih baik memanaskan susu untuk cappuccino, ia harus menciptakan “microfoam” dengan memasukkan busa-busa udara yang sangat halus ke dalam susu. Hal ini membuat susu itu sangat halus dan terasa manis.

Idealnya cappuccino dibuat di sebuah cangkir kopi keramik yang mempunyai daya simpan panas yang jauh lebih baik daripada gelas atau kertas.

Di tempat-tempat tertentu, barista yang cakap menciptakan seni latte ketika menuangkan susu yang telah dipanaskan dengan tepat ke dalam espresso, sehingga menciptakan desain-desain tertentu seperti apel, hati, daun, dan rangkaian daun.

Hingga tahun 1990-an Cappuccino hanya diminum di Eropa dan beberapa kota besar di Amerika Utara, namun setelah itu cappuccino semakin mudah didapat oleh orang-orang Amerika Utara di waralaba warung kopi yang mewah, dengan suasana “Eropa” (khususnyaStarbucks).

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Cappuccino